[email protected]     62813 2821 1563

Bukit Panguk Kediwung, Spot Foto Instagramable.

Menikmati sunrise dengan udara fresh pasti pengalaman yang sangat mengasyikkan serta menarik untuk dicoba. Di Yogyakarta, salah satu wilayah yang banyak menawarkan tempat wisata sunrise di dataran tinggi, adalah area perbukitan Kecamatan Dlingo yang terletak di Kabupaten Bantul.

Terdapat banyak destinasi menarik di Kecamatan Dlingo, salah satu antara lain Bukit Panguk Kediwung. Objek ini memanglah relatif baru, jadi munkgin masih rada asing di kuping warga di luar Jogya. Bukit Panguk Kediwung ini lokasinya tidak jauh dari Kebun Buah Mangunan yang sudah lebih dulu terkenal sebagai objek wisata di Bantul.

Sunrise

Bukit Panguk Kediwung mulai dibuka untuk umum pada bulan mei 2016. Oleh sebab itu, Bukit Panguk Kediwung belum sepopuler destinasi lain di sekitarnya, misalnya Kebun Buah Mangunan, Hutan Pinus Mangunan, serta Puncak Becici.

Menu andalan di Bukti Panguk Kediwung merupakan menikmati keindahan sunrise di atas awan. Sunrise ini dapat nampak jelas, sebab Bukit Panguk Kediwung yang menghadap ke timur.

Waktu terbaik untuk dapat menikmati sunrise di Bukit Panguk Kediwung merupakan pada jam 05. 00 pagi. Untuk bulannya, bulan terbaik untuk mengunjunginya merupakan pada bulan bulan musim kemarau. Apabila terpaksa harus berkunjung bertepatan dengan bulan musim hujan, paling tidak pilihlah hari dimana satu hari sebelumnya tidak ada hujan.

Posisi Bukit Panguk Kediwung

Posisi Bukit Panguk kediwung terletak di dusun Kediwung, Kelurahan Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, Wilayah Istimewa Yogyakarta.

Hingga saat ini, untuk mengunjungi Bukit Panguk Kediwung baru hanya dapat memakai kendaraan pribadi saja. Baik itu berbentuk mobil maupun sepeda motor. Kendaraan besar semacam bis belum bisa mengakses Bukit Panguk Kediwung.

Untuk memudahkan perjalanan, dari pusat kota Jogja sebaiknya menuju ke terminal Giwangan dulu. Berikutnya menuju arah selatan mengikuti jalan Imogiri timur, mengikuti jalur yang menuju jalan kompleks makam raja- raja Imogiri. Saat sebelum tiba di makam raja- raja, terdapat pertigaan yang ada petunjuk arah ke Kebun Buah Mangunan ataupun hutan Pinus. Simak ciri petunjuk jalur itu.

Tidak hanya itu, dapat pula menuju pasar Imogiri. Setelah itu ambil belok kiri untuk menuju ke Mangunan. Di sejauh jalur itu, banyak sekali petunjuk arah ke Kebun Buah Mangunan, sehingga cukup mengikuti saja supaya tidak salah alamat. Setiba di Kebun Buah Mangunan, maka Bukit Panguk telah dekat. Jaraknya cuma sekitar 2 kilometer dari Kebun buah Mangunan ini.

Sebagai catatan, kewaspadaan berkendara butuh ditingkatkan kala mengarah ke Bukit Penguk Bantul ini. Akses jalan menuju Bukit Panguk Kadiwung Bantul, kurang bersahabat. Jalan relatif kecil. Hal ini ditambah dengan kontur jalanan yang naik turun diiringi beberapa tikungan tajam.

Jam Buka Bukit Penguk Kediwung Bantul

Untuk waktu penerimaan wisatawan, Bukit Penguk dibuka mulai jam 05. 00 pagi serta tutup jam 06. 00 sore.

Jam buka yang sangat pagi ini, karena mencari puncak keindahan. Puncak keindahan panorama alam di bukit ini diperoleh dikala dekat waktu subuh. Dikala kabut belum menghilang naik jadi awan.

Sunrise

Harga Tiket serta Parkir Bukit Panguk Kediwung

Harga tiket Bukit Panguk Kediwung ini lumayan murah serta terjangkau untuk seluruh golongan. Harga tiket Bukit Panguk Kediwung sebesar Rp 2. 500, 00 per orang.

Untuk yang memakai kendaraan pribadi berbentuk mobil dikenai bayaran parkir sebesar Rp 5. 000, 00 sebaliknya untuk sepeda motor Rp 2. 000, 00.

Harga tiket ini tidak termasuk pungutan untuk mengguankan sarana spot foto. Untuk beberapa spot foto dikenakan tarif Rp 3. 000, 00 per spot per orang. Untuk setiap spot foto bisa digunakan maksimal oleh 3 orang secara bersamaan.

Fasilitas Bukit Panguk Bantul

Fasilitas yang terdapat di lokasi telah cukup memadai. Area parkir yang ada lumayan luas sanggup memuat banyak mobil serta sepeda motor. Fasilitas toilet juga telah ada. Mushola juga ada di tempat ini. Yang terutama ada warung penjaja santapan minuman yang siap memadamkan rasa lapar karena yang tiba pagi- pagi buta disaat belum sarapan.

warung makan

Tetapi karena wisata ini masuk katagori wisata blusukan, jalan yang ditempuh ketika memasuki kawasan desanya terdapat sebagian kerusakan kecil di beberapa bagian.

Jalannya tidak lebar, sehingga bus besar sangat susah unutk dapat masuk ke objek wisata ini.

Sunrise Di Bukit Panguk Kediwung

Panorama Bukit Panguk Kediwung dikala matahari terbit dan berpadu dengan gumpalan kabut yang seperti awan. Perpaduan sempurna dua fenomena alam itu membuat pengunjung menyangka disaat sunrise di Bukit Panguk Kediwung serasa terletak di negeri di atas awan.

sunrise

Tidak hanya sunrise serta lautan kabut yang menyamai negeri di atas awan, wisatawan pula dapat berfoto di beberapa spot yang disediakan oleh pengelola di Bukit Panguk Kediwung. Terdapat lebih dari 5 spot foto yang bisa dipergunakan oleh wisatawan.

istana langit

Pengelola tempat wisata ini menyediakan beberapa gardu pandang yang dibuat dari kayu serta bambu berbentuk jembatan yang menjorok dari bibir tebing supaya wisatawan dapat lebih puas menikmati pemandangan alam. Dari gardu pandang, wisatawan dapat memandang seluruh bukit dengan pepohonan hijau dan sungai Oya yang meliuk- liuk mengitari lereng bukit.

Spot gardu pandang dibagi dalam 2 kelompok lokasi, ada yang terletak di sebelah timur dan selatan. Gardu pandang di sebelah timur merupakan primadona di sini, sebab dapat dipergunakan melihat sunrise dengan sempurna serta pula kabut tebal yang menyelimuti kawasan bukit.

perahu langit

Seluruh gardu pandang di sini berbentuk unik, ada yang berbentuk sayap kupu- kupu yang menghadap sungai Oya, ada yang berbentuk bintang, perahu origami, serta kereta kuda terbang dan gardu kayu biasa.

kreta langit

Untuk gardu yang menghadap timur, wisatawan butuh membayar Rp. 3000 dengan durasi sepanjang 3 menit. Tiap gardu pandang ini maksimal diisi untuk 3 orang saja supaya tidak begitu berdesak- desakan. Untuk spot di sebelah selatan wisatawan tidak kenakan biaya. Gardu ini ada yang berbentuk jembatan bambu yang luas serta sanggup diisi lebih dari 5 orang.

Wisatawan umumnya menggunakan gardu pandang untuk selfie serta bergaya dengan latar belakang jajaran perbukitan yang indah. Jadi suatu kepuasan tertentu dikala dapat berfoto di atas bukit hijau dengan hamparan panorama alam luas sebagai latar belakang foto.

javatourism

View All Posts

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *